Senin, 23 Maret 2015

Seorang Polisi Gadungan Cabuli Pelajar SMA dan Mahasiswi


Dolok Sanggul,Mimbar
Mengaku sebagai aparat polisi, ANT alias alex (23) warga Desa Bahalbatu Kecamatan Siborongborong-Taput menculik atau membawa lari dan mencabuli anak di bawah umur, SN (16) warga warga Desa Nagasribu II Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Kapolres Humbahas AKBP Rustam Mansur melalui Kasat Reserse AKP Hendro Sutarno didampingi Kasubbag Humas Aiptu Meliala Sembiring kepada Awak media di Dolok Sanggul, Rabu, pecan lalu mengatakan, tersangka Alex yang setiap harinya bekerja sebagai Securiti di PT. Hutahean Siborongborong itu, mengenal korban via telepon.
Untuk melancarkan aksinya, polisi gadungan itu mendatangi korban ke Desa Nagasaribu, selanjutnya mengajak korban jalan ke salahsatu tempat wisata di Balige. Pulang dari Balige tersangka bukannya mengantar korban ke rumanya melainkan menginap di rumah abang tersangka di Desa Bahalbatu Kecamatan Siborongborong. Dirumah tersebut, tersangka berhasil menggagahi korban. Selanjutnya, korban juga digagahi sebanyak dua kali di rumah famili tersangka di Siborongborong.
Lanjut Meliala, tiga hari bersama korban, tersangka mempekerjakan korban salahsatu toko kain di Siborongborong. Alasannya tersangka mendapat tugas Porsea Kabupaten Tobasa. Curiga dengan gelagat tersangka, korbanpun melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya selanjutnya membuat laporan ke Mapolres Hambahas, Senin (16/3) kemarin.
Mendapat pengaduan dari korban, personil Polres Humbahas melalui Reserse menangkap tersangka, di Siborongborong. “Untuk mensiasati penangkapan, petugas coba menghubungi melalui seluler. Saat komunikasi tersebut, tersangka mengaku polisi berpangkat Briptu , saat itu lah petugas melakukan penangkapan,” tambah Hendro.
Hendro menambahkan, penyelidikan sementara, tersangka juga pernah menyetubuhi korban lainnya seorang mahasiswi di AKBID Tarutung.
Atas perbuatan tersangka, polisi gadungan itu dijerat pasal 83 subs pasal 81ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlaiandungan anak. Securiti PT Hutahean itu juga dipersangkakan menculik dan melakukan pencabulan anak di bawah umur. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Fir)
Foto : Tersangka Alex (baju putih) saat diamankan di Mapolres Humbahas. Mimbar/ Firman

Kamis, 12 Maret 2015

Pasokan dan Harga beras di Humbahas Cinderung Meningkat, Raskin Tak Nampak


Dolok Sanggul,Mimbar
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media dari Dinas Perdagangan Peridustrian dan Koperasi Kabupaten Humbahas, melalui Kepala dinas yang bersangkutan, JW. Purba menyebutkan bahwa pasokan beras dari luar daerah ke Humbahas cinderung meningkat setiap tahun. Hal itu menurutnya, disebabkan minim nya lahan pertanian dan minat para petani yang lebih berfokus pada tanaman holtikultura. Sehingga komuditi pertanian terhadap beras tidak cukup memenuhi kebutuhan konsumen. “ masyarakat petani kita lebih cinderung bercocok tanam holtikultura, seperti cabe,tomat dan sayur kol. Sehingga banyak lahan pertanian beralih fungsi. Karena minim nya lahan tersebut. Kebutuhan masyarakat akan beras tidak lagi bisa terpenuhi” tandasnya.
Sementara disisi lain, amatan media beberapa pekan terakhir di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) harga beras terus menanjak dari Rp 9000 per kg, kini mencapai Rp 10 ribu per kg. Atas situasi itu, beberapa masyarakat Humbahas khususnya ekonomi menengah kebawah yang berhasil ditemui Wartawan mengaku mengeluh atas kenaikan beras. Sementara beras miskin (raskin) yang disubsidi pemerintah tidak nampak dan belum disalurkan pemerintah setempat.
Tiarma Manalu (34), warga Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintongnihuta, kepada wartawan belum lama ini , mengatakan, tingginya harga beras dalam beberapa pekan terakhir terpaksa membuat keluarganya mengirit beras untuk dimasak setiap hari. “Mau gimana, harga beras tidak tidak terjangkau lagi terpaksa kami ngirit untuk masak,” jelas ibu empat anak itu.
Ibu yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani itu menambahkan, beras yang disubsidi pemerintah sangat bermamfaat bagi masyarakat ekonomi lemah. Dimana, dengan adanya raskin masyarakat ekonomi lemah tidak lagi membeli beras yang harganya sulit dijangkau. “Raskin itu sangat membantu, kita berharap pemerintah kembali menyalurkan raskin khususnya bagi wara ekonomi lemah,” tukasnya lagi.
Senada juga disampaikan, Ami Silaban. Sebagai rumah tangga sasaran (RTS) pihaknya sudah sejak pertengahan tahun 2014 tidak menerima raskin dari kepala desa setempat. Informasi didapat, desa Dolok Margu tidak lagi mendapat jatah raskin. “Kita tidak tahu kemana raskin dialihkan, pasalnya sudah sejak pertengahan tahun 2014 desa kami tidak lagi disalurkan raskin,” sebutnya.
Sekaitan dengan itu, Kabag Perekonomian Setdakab, Darwin Sihotang saat ditanyai awak media di ruang kerjanya mengakui bahwa distribusi raskin tahun 2015 masih dalam proses. Terkait distribusi dimaksud, Darwin berdalih belum ada permintaan dari Kecamatan. “Belum ada permintaan dari kecamatan. Pun demikian, pendistribusian raskin sudah kita proses,” kilahnya tanpa menjelaskan sampai kapan prosesnya.
Disinggung pagu Raskin ke Humbahas, mantan staf Bappeda itu menyampaikan masih menggunakan data tahun 2014 yakni 12.526 KK rumah tangga sasaran. Per KK dijatah 15 kg per bulan. “Pagu raskin ke Humbahas, kita masih mengusulkan data 2014,” terang Darwin, enteng.
Darwin juga berasumsi, penyaluran raskin tahun 2014 realisasi 100 persen tanpa ada ditemukan penyimpangan. Jika ditemukan oknum yang sengaja memainkan pendistribusian raskin, kata Darwin akan dilakukan pembinaan persuasif. “Tahun 2014, belum ada kita temukan oknum yang sengaja memainkan distribusi raskin. Bila ditemukan akan dilakukan pembinaan persuasif,” tandasnya seraya meninggalkan wartawan. (Fir)

Juara Idol Junior, Johannes Rizki Tinambunan Alias Jojo Pulang Kampung Ke Humbahas


Doloksanggul,Mimbar
                Antusiasme Warga Papatar (Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang) menyambut pemenang Indonesia Idol Jr, Johannes Rizki Tinambunan alias Jojo sangat besar tadi malam, Selasa (10/3) kemarin Pukul 22.00 WIB. Sebanyak Enam Ribu  fans Jojo antusias dalam konser temu fans yang dilaksanakan di Pelataran Parkir HKBP Pargodungan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.
                 Meski hujan deras mengguyur kawasan Papatar, masyarakat tetap bertahan untuk menyaksikan Konser yang di fasilitasi Organisasi Kepemudaan (OKP) PAC Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Parlilitan. Live performance yang dilaksanakan sebagai ucapkan syukur kepada sejumlah masyarakat Humbahas yang telah mendukung Jojo hingga unggul pada ajang bergengsi tersebut. Sorak sorai para penggemar Jojo pun mewarnai penampilan bocah berusia 11 tahun itu.
Sementara itu Ketua PAC PP Parlilitan, Hasoloan Sihotang Kepada Wartawan menjelaskan mengenai sumber dana Kegiatan tersebut. “Keseluruhan acara ini tidak komersil, dan murni dari keinginan masyarakat yang di fasilitasi oleh pemuda Pancasila di Parlilitan.”ucapnya.
Para Penggemar yang histeris meneriakkan nama Jojo sembari mengulurkan tangan untuk menyalam Jojo. Keluarga Jojo yang diwakili oleh ayahnya, Samson Tinambunan mengatakan bahwa penampilan Jojo diharapkan dapat melepas rindu seluruh masyarakat Humbahas. Sebab Jojo merupakan putra asli Humbahas dari Dusun Huta Godung, Desa Sionom Hudon Timur. Disisi lain, kemenangan Jojo menurut Samson dapat menginspirasi seluruh anak-anak di Indonesia khususnya yang tinggal di desa-desa terpecil seperti kampung halaman mereka.
Samson juga sangat terharu dengan dukungan yang diberikan oleh masyarakat terhadap Jojo. Dukungan tersebut dapat dilihatnya secara nyata di Parlilitan. Pasalnya, meskipun hujan sangat deras namun masyarakat tetap bertahan. Dalam penampilannya, Jojo membawakan sedikitnya tujuh lagu. Diantaranya lagu yang dipopulerkan oleh Crisye, Damai Bersamamu beserta lagu “Tangiang ni Dainang” yang secara khusus dipersembahkan Jojo kepada Ketua PKK Kabupaten Humbahas, Ibu Anny Rosma br Napitupulu (Istri Bupati Humbahas). Lagu yang menceritakan doa seorang ibu tersebut pun membuat masyarakat terpukau dan terharu. Pasalnya lagu yang populer dikalangan masyarakat batak sebagai ucapan syukur kepada seorang ibu tersebut dibawakan Jojo bersama Anny dengan penjiwaan yang sangat baik.
Sementara Bupati Humbahas, Drs. Maddin Sihombing MSi dalam kata sambutannya mengatakan sangat bangga dan terharu atas kemenangan Putra Humbahas, Jojo Tinambunan. Maddin mengharapkan Putra Putri Humbahas dapat mengikuti jejak Jojo. Agar mampu mengharumkan nama daerah dan nama kampung halaman. Pada saat acara tersebut Pemkab Humbahas memberikan cinderamata berupa Ulos  kepada Jojo dan saudaranya. Selain itu, Maddin juga memberikan sumbangan sejumlah uang kepada Jojo yang diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pendidikan Jojo. “Kita berharap Jojo terus berkarya dan membawa nama baik untuk daerah Humbahas.”harapnya.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Humbahas, Drs. Maddin Sihombing,Msi beserta Ibu, Sekda Humbahas, Saul Situmorang SE MSi, Camat Parlilitan, Halim Sinabutar, Kapolsek Parlilitan, AKP Agus Manihuruk, beserta Jajaran SKPD Kabupaten Humbahas. Turut juga menghibur dalam acara tersebut Trio Alpados beserta Dompak Sinaga memeriahkan kedatangan Jojo.(Fir)
Foto : Bupati Humbahas,Drs. Maddin Sihombing (pegang mik) saat menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Jojo sebagai putra Humbahas. Mimbar/Firman
 

Rabu, 25 Februari 2015

Setelah Menerima Hasil Audit BPKP, Kejari Doloksanggul Segera Limpahkan ke PN Tipikor Medan



Dolok Sanggul,Mimbar
Sesuai tahapan-tahapan yang dilalui sekian lama,  penuntasan perkara kasus dugaan korupsi dana teknik informasi komputer (TIK) tahun anggaran (TA) 2011 pada Dinas Pendidikan  (Disdik) Humbang Hasundutan (Humbahas) sepertinya akan segera selesai. Hal tersebut dimungkinkan dalam waktu dekat ini, sebab Kejaksaan Negeri Dolok Sanggul akan segera melimpahkan kasus yang menjerat SL dan BS ke Pengadilan Negeri tindak Pidana Korupsi (PN-Tipikor) Medan setelah menerima hasil audit BPKP.

Kajari Dolok Sanggul melalui Kasi Pidsus Rudy W Panjaitan didampingi Kasi Intel Amardi  P Barus kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/2) kemarin mengatakan, tindak lanjut penyidikan dana TIK yang bersumber dari APBN itu,dilakukan Desember 2014 lalu, pihaknya sudah menerima keterangan resmi dari saksi ahli Politehnik USU.

Keterangan saksi ahli komputer itu menyebutkan, dari 21 perangkat komputer, pengoperasian  salahsatu perangkat tidak sesuai dengan juknis kementrian. Kemudian, ditemukan penyimpangan yakni proyek yang seharusnya swakelola namun diberikan ke rekanan. 

“kita tinggal menunggu audit dari badan pengawasan keuangan pembangunan (BPKP) Medan. Berapa kerugian Negara akibat atas dana TIK tersebut. Setelah hasil audit BPKP medan keluar, baru lah kasus ini dilimpahkan ke persidangan ” sebut Rudy.

Rudi juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaaan kepada SL mantan Kabid Dikdas pada Disdik dan BS rekanan penyedia jasa. Kepada kedua tersangka belum dilakukan penahanan sebab tersangka dinilai koperatif dan dijamini pihak keluarga masing-masing.

“Dari hasil pemeriksaan tersagka belum ditemukan mengarah ke penetapan tersangka baru. Pun demikian, kita akan melakukan pemeriksaan secara intensif dan dalam hal itu tidak menutup kemungkinan adanya tersanga baru. Selain memeriksa tersangka kita sudah memeriksa 5 orang saksi dari dinas pendidikan termasuk  kepala dinas Wisler Sianturi selanjutnya 21 kepala sekolah penerima TIK,” terang Rudy.
Ketika disinggung, sejauhmana potensi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan,WS dalam kasus tersebut. Rudi Enggan memberikan keterangan” kita lihat aja lah nanti dipersidangan. Jika dipersidangan terdapat keterangan-keterangan yang memungkinkan muncul nya tersangka baru. Baru lah kita tau.” kilahnya

Atas dugaan korupsi tersebut, lanjut Rudi, kedua tersangka dijerat pasal 2 subs pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-udang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara denda paling banyak Rp 1 M. (Fir)

Satuan Polsek Onan Ganjang Ringkus Sindikat Pencurian Antar Kabupaten



Humbahas,Mimbar
            Lagi-lagi satuan Reskrim Polres Humbahas membuktikan komitmen nya pada pemberantasan pelaku kejahatan yang belakangan ini kerab timbul dan mengancam keamanan masyarakat. Dalam razia rutin yang digelar satuan Polsek Onan Ganjang pada selasa(24/2) malam sekitar, pukul 23: 00 Wib berhasil meringkus 5 (lima) kawanan sindikat pencurian antar kabupaten. Kelima pelaku ini yakni, Ruslan (38) warga simpang kampus Kabupaten Batubara, Tumpak Sirait (28), Holden Hutabarat (38) warga Simpang empat Kecamatan air putih Kab. Batubara, Rudi Simanjuntak (35) juga warga Air putih dan Rudianto Sijabat (supir/34) warga kampong kelapa, Kab. Batubara.  
Berdasarkan hasil penyelidikan, kelima pelaku melakukan aksinya di wilayah hukum Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di SMAN I Kolang. Hal tersebut diyakini setelah pihak Kepolisian Sektor Onan Ganjang melakukan kordinasi dengan pihak Polsek Kolang dan mengakui adanya laporan dari pihak SMAN I Kolang. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 buah linggis, 2 buah alat pemotong besi ukuran 90 cm, satu unit trapo, dan alat-alat elektronik yang dipastikan milik SMAN I, diantaranya Sound System,LCD,Digital Matrix,CPU,dan Toa.
Keterangan yang diperoleh awak media rabu,(25/2) dari Kapolsek Onan Ganjang, AKP. Zul Efendi bersama Kasatreskrim Polres Humbahas,AKP. Hendro Sutarno menyebutkan bahwa peristiwa penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah kendaraan minibus merek Suzuki Arema dengan plat nomor BK 1508 NG yang digunakan para pelaku dalam melancarkan aksinya. Kendaraan tersebut datang dari arah Pakkat menuju doloksanggul. Dalam pemeriksaan petugas didapati sejumlah peralatan beserta barang-barang yang diduga hasil curian.
“ awalnya kita melakukan penyetopan terhadap mobil yang digunakan para pelaku ini. Namun sepertinya timbul kecurigaan kita terhadap para penumpang Mobil tersebut. Sehingga kami melakukan pemerikasaan terhadap yang bersangkutan. Dari pemeriksaan, kita menemukan barang-barang yang menguatkan kecurigaan petugas, apalagi disalah satu barang tersebut terdapat tulisan SMAN I Kolang. Atas dasar itu, kita mencoba kordinasi dengan pihak Polsek Kolang guna menanyakan apakah ada laporan kehilangan diwilayah hukumnya. Setelah diperoleh pengakuan, maka kita langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku “ ujar mantan Kasubbag Humas Polres Humbahas yang diamini Kasat Reskrim.
Untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut, para tersangka beserta barang bukti akan diserahkan ke pihak kepolisian sector Kolang. Mengingat tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah hukum Polres Tapteng. Untuk itu, kita sudah meminta pihak Polsek Kolang agar datang dan menjemput para pelaku untuk diproses lebih lanjut. Dan saya menduga bahwa ini merupakan sindikat kejahatan antar kabupaten” tegasnya mengakhiri. (Fir)
Foto : Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno (baju biru) bersama Kapolsek Onan Ganjang,AKP. Zul Efendi (kanan) saat mengamankan kelima tersangka. Mimbar/Firman
 

Selasa, 24 Februari 2015

Pejabat Eselon IV Pemkab Humbahas Tewas Gantung Diri.





Doloksanggul,Mimbar
            Salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Prasarana Wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan ,Agave manullang (38) ditemukan tewas gantung diri di rumah orang tuanya di Komplek Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul,Selasa 24/2 sekitar pukul 11.30 Wib.
            Korban yang sehari-hari tinggal di Desa Sirisi-risi bersama istri dan tiga orang anak tersebut tega menghabisi nyawa sendiri dengan menggunakan se utas tali tambang nilon  yang di ikat di lehernya,tanpa diketahui apa motif yang membuat dirinya mengambil jalan pintas yang sama sekali tidak di inginkan oleh keluarga maupun kalangan masyarakat.
            Menurut keterangan warga,korban yang bertugas sebagai kepala seksi  pemeliharaan jaringan irigasi pada Kantor Dinas Prasarana Wilayah tersebut masuk ke rumah orang tuanya di komplek Tanah Lapang Merdeka sekitar pukul 10.00 wib.
Tidak lama berselang, kakak ipar korban Neliati Br Simamora (47) bermaksud untuk masuk ke rumah,namun pintu di kunci dari dalam oleh korban.Neliati mecoba untuk mengetuk pintu,namun tidak ada jawaban dari korban.Merasa curiga,Neliati bersama dengan Ismail Sihite (35) warga jalan Letkol GA Manullang Doloksanggul dan Roganda Purba (33) warga Desa Pakkat toruan  mencoba mendobrak pintu dan melihat korban telah tewas gantung diri.
            Mengetahui kejadian tersebut,Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan AKP Hendro bersama debgan anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara(TKP) untuk melakukan olah TKP.
            AKP Hendro kepada wartawan mengatakan, dari hasil olah TKP,tidak ditemukan tanda -tanda kekerasan di tubuh korban.Di duga korban bunuh diri,sesuai tanda-tanda yang ditemukan yakni lidah menjulur,tenggorokan patah dan air seni korban keluar.”Kami akan selidiki apa motif dari kejadian ini,dan kami telah mengamankan barang bukti berupa I unit HP Blac berry,tas warna hitam,bangku kecil,tali tambang nilon serta jaket warna hitam”ujar Hendro.Pada saat itu juga,mayat korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Doloksanggul untuk di autopsi.(Fir)
Foto : Ilustrasi
             


Kamis, 19 Februari 2015

Isu Mutasi ‘Hantui’ Pejabat Pemkab Humbahas




Doloksanggul,Mimbar
Menjelang berakhir masa jabatan Bupati Humhahas Maddin Sihombing pada 26 Agustus 2015 mendatang, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)-nya banyak yang dirundung kegundahaan  atau kegalauan. Sebab  mereka " duhantui "  issu mutasi yang berhembus di akhir bulan February ini.
Tak hanya itu, isu yang menghantui itu juga berdampak kepada kinerja pejabat lainnya yang terlibat dalam pengelolaan berbagai kegiatan.

Informasi yang dihimpun Wartawan, menyebutkan, kabar mutasi ini terus berdengung di telinga para SKPD maupun pejabat lainnya. Mulai eselon IV,III dan II.
Kabar-kabarnya, mutasi ini terngiang sudah sejak dibulan January lalu, namun isu itu belum terlaksana. Malah, kembali isu mutasinya akan dilakukan di bulan February ini.

tidak bisa dipastikan apa yang menjadi motifasi terjadinya pemutasian pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang hasundutan. apakah itu disebabkan, masa akhir jabatan Bupati Humbahas Maddin Sihombing bersama Wakilnya Marganti Simanullang pada 26 Agustus mendatang, tidak tahu juga.

Selanjutnya, dampak dari isu ini ternyata merembet ke soal program dan kegiatan yang akan berjalan di tahun anggaran 2015 ini. Dimana, ada SKPD belum menghunjuk pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).
” Disini belum ada lae ditunjuk siapa PPK dan PPTK, sampai saat ini,” ucap salah satu pegawai di salah satu SKPD kepada Wartawan  Rabu (18/2) lalu.

Sekaitan isu itu, salah satu tokoh masyarakat dan juga sebagai pengurus di Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) beranggapan positif. Bila adanya terjadi mutasi besar-besaran.” Masyarakat pasti mendukung bila Bupati mengganti pejabat di jajarannya, tentunya kearah management yang lebih baik dan strategis” Ujar Erikson Simbolon kepada wartawan

Menurut menurut mantan anggota DPRD zaman orde baru ini, issu pemutasian itu dianggap positif. Sebab, kabupaten Humbahas sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia yang mampu menciptakan ide kretatif bagi peningkatan pembangunan. oleh karena nya diharapkan Bupati benar-benar menempatkan orang-orang yang dapat diandalkan demi kemajuan Humbahas.  

Lanjut Erikson mengemukakan, bahwa Bapak, Maddin Sihombing selaku Bupati Humbahas telah meninggalkan suatu kenangan yang baik bagi masyarakat Humbahas. dirinya berharap, dimasa akhir jabatannya, beliau tidak salah menentukan pilihan kepada orang-orang yang Ia (bupati) yakini mampu  melanjutkan program-program mulian dalam membangun kabupaten Humbahas yang mandiri sejatera "harapnya.

Sebelumnya, sekaitan isu itu, Kepala Badan Kepegawai Daerah (BKD) Humbahas Makden Sihombing ketika dikonfirmasi media meluruskan issu yang beredar. dirinya menjelaskan bahwa issu mutasi besar-besaran sebagai apa yang telah digemboskan, tidak lah demikian adanya. namun pemberian penyegaran kepada sejumlah PNS yang mungkin jenuh setelah sekian lama berada disatu instansi dengan waktu yang cukup lama. sehingga dirasa perlu memberikan suasana atau ruang lingkup kerja yang baru.” Kalau yang namannya mutasi besar-besaran itu tidak ada, tapi kalau penyegaran terhadap PNS, itu ada. PNS diberikan kesegaran dengan menikmati suasana kerja yang baru. disisi lain, penyegaran ini memiliki faat bagi para PNS. dimana para PNS tadi memperoleh kesempatan memperluas wawasan dan kemampuan diberbagai bidang  ” jelasnya.  
Lanjut mantan Asisten III ini menambahkan, sebagai aparatur negara yang mengemban tugas dan pengabdian, sepatutnya berjiwa besar terhadap  bentuk penilaian dan keputusan yang berdampak pada kinerjanya sebagai seorang PNS. Jika ada PNS yang merasa tidak siap dengan keputusan  dan penilaian terhadap kinerjanya. berarti PNS tadi tidak pantas menyandang tugas sebagai abdi negara " tegasnya.(Fir)