Rabu, 25 Februari 2015

Setelah Menerima Hasil Audit BPKP, Kejari Doloksanggul Segera Limpahkan ke PN Tipikor Medan



Dolok Sanggul,Mimbar
Sesuai tahapan-tahapan yang dilalui sekian lama,  penuntasan perkara kasus dugaan korupsi dana teknik informasi komputer (TIK) tahun anggaran (TA) 2011 pada Dinas Pendidikan  (Disdik) Humbang Hasundutan (Humbahas) sepertinya akan segera selesai. Hal tersebut dimungkinkan dalam waktu dekat ini, sebab Kejaksaan Negeri Dolok Sanggul akan segera melimpahkan kasus yang menjerat SL dan BS ke Pengadilan Negeri tindak Pidana Korupsi (PN-Tipikor) Medan setelah menerima hasil audit BPKP.

Kajari Dolok Sanggul melalui Kasi Pidsus Rudy W Panjaitan didampingi Kasi Intel Amardi  P Barus kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/2) kemarin mengatakan, tindak lanjut penyidikan dana TIK yang bersumber dari APBN itu,dilakukan Desember 2014 lalu, pihaknya sudah menerima keterangan resmi dari saksi ahli Politehnik USU.

Keterangan saksi ahli komputer itu menyebutkan, dari 21 perangkat komputer, pengoperasian  salahsatu perangkat tidak sesuai dengan juknis kementrian. Kemudian, ditemukan penyimpangan yakni proyek yang seharusnya swakelola namun diberikan ke rekanan. 

“kita tinggal menunggu audit dari badan pengawasan keuangan pembangunan (BPKP) Medan. Berapa kerugian Negara akibat atas dana TIK tersebut. Setelah hasil audit BPKP medan keluar, baru lah kasus ini dilimpahkan ke persidangan ” sebut Rudy.

Rudi juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaaan kepada SL mantan Kabid Dikdas pada Disdik dan BS rekanan penyedia jasa. Kepada kedua tersangka belum dilakukan penahanan sebab tersangka dinilai koperatif dan dijamini pihak keluarga masing-masing.

“Dari hasil pemeriksaan tersagka belum ditemukan mengarah ke penetapan tersangka baru. Pun demikian, kita akan melakukan pemeriksaan secara intensif dan dalam hal itu tidak menutup kemungkinan adanya tersanga baru. Selain memeriksa tersangka kita sudah memeriksa 5 orang saksi dari dinas pendidikan termasuk  kepala dinas Wisler Sianturi selanjutnya 21 kepala sekolah penerima TIK,” terang Rudy.
Ketika disinggung, sejauhmana potensi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan,WS dalam kasus tersebut. Rudi Enggan memberikan keterangan” kita lihat aja lah nanti dipersidangan. Jika dipersidangan terdapat keterangan-keterangan yang memungkinkan muncul nya tersangka baru. Baru lah kita tau.” kilahnya

Atas dugaan korupsi tersebut, lanjut Rudi, kedua tersangka dijerat pasal 2 subs pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-udang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara denda paling banyak Rp 1 M. (Fir)

Satuan Polsek Onan Ganjang Ringkus Sindikat Pencurian Antar Kabupaten



Humbahas,Mimbar
            Lagi-lagi satuan Reskrim Polres Humbahas membuktikan komitmen nya pada pemberantasan pelaku kejahatan yang belakangan ini kerab timbul dan mengancam keamanan masyarakat. Dalam razia rutin yang digelar satuan Polsek Onan Ganjang pada selasa(24/2) malam sekitar, pukul 23: 00 Wib berhasil meringkus 5 (lima) kawanan sindikat pencurian antar kabupaten. Kelima pelaku ini yakni, Ruslan (38) warga simpang kampus Kabupaten Batubara, Tumpak Sirait (28), Holden Hutabarat (38) warga Simpang empat Kecamatan air putih Kab. Batubara, Rudi Simanjuntak (35) juga warga Air putih dan Rudianto Sijabat (supir/34) warga kampong kelapa, Kab. Batubara.  
Berdasarkan hasil penyelidikan, kelima pelaku melakukan aksinya di wilayah hukum Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di SMAN I Kolang. Hal tersebut diyakini setelah pihak Kepolisian Sektor Onan Ganjang melakukan kordinasi dengan pihak Polsek Kolang dan mengakui adanya laporan dari pihak SMAN I Kolang. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 buah linggis, 2 buah alat pemotong besi ukuran 90 cm, satu unit trapo, dan alat-alat elektronik yang dipastikan milik SMAN I, diantaranya Sound System,LCD,Digital Matrix,CPU,dan Toa.
Keterangan yang diperoleh awak media rabu,(25/2) dari Kapolsek Onan Ganjang, AKP. Zul Efendi bersama Kasatreskrim Polres Humbahas,AKP. Hendro Sutarno menyebutkan bahwa peristiwa penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah kendaraan minibus merek Suzuki Arema dengan plat nomor BK 1508 NG yang digunakan para pelaku dalam melancarkan aksinya. Kendaraan tersebut datang dari arah Pakkat menuju doloksanggul. Dalam pemeriksaan petugas didapati sejumlah peralatan beserta barang-barang yang diduga hasil curian.
“ awalnya kita melakukan penyetopan terhadap mobil yang digunakan para pelaku ini. Namun sepertinya timbul kecurigaan kita terhadap para penumpang Mobil tersebut. Sehingga kami melakukan pemerikasaan terhadap yang bersangkutan. Dari pemeriksaan, kita menemukan barang-barang yang menguatkan kecurigaan petugas, apalagi disalah satu barang tersebut terdapat tulisan SMAN I Kolang. Atas dasar itu, kita mencoba kordinasi dengan pihak Polsek Kolang guna menanyakan apakah ada laporan kehilangan diwilayah hukumnya. Setelah diperoleh pengakuan, maka kita langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku “ ujar mantan Kasubbag Humas Polres Humbahas yang diamini Kasat Reskrim.
Untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut, para tersangka beserta barang bukti akan diserahkan ke pihak kepolisian sector Kolang. Mengingat tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah hukum Polres Tapteng. Untuk itu, kita sudah meminta pihak Polsek Kolang agar datang dan menjemput para pelaku untuk diproses lebih lanjut. Dan saya menduga bahwa ini merupakan sindikat kejahatan antar kabupaten” tegasnya mengakhiri. (Fir)
Foto : Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno (baju biru) bersama Kapolsek Onan Ganjang,AKP. Zul Efendi (kanan) saat mengamankan kelima tersangka. Mimbar/Firman
 

Selasa, 24 Februari 2015

Pejabat Eselon IV Pemkab Humbahas Tewas Gantung Diri.





Doloksanggul,Mimbar
            Salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Prasarana Wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan ,Agave manullang (38) ditemukan tewas gantung diri di rumah orang tuanya di Komplek Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul,Selasa 24/2 sekitar pukul 11.30 Wib.
            Korban yang sehari-hari tinggal di Desa Sirisi-risi bersama istri dan tiga orang anak tersebut tega menghabisi nyawa sendiri dengan menggunakan se utas tali tambang nilon  yang di ikat di lehernya,tanpa diketahui apa motif yang membuat dirinya mengambil jalan pintas yang sama sekali tidak di inginkan oleh keluarga maupun kalangan masyarakat.
            Menurut keterangan warga,korban yang bertugas sebagai kepala seksi  pemeliharaan jaringan irigasi pada Kantor Dinas Prasarana Wilayah tersebut masuk ke rumah orang tuanya di komplek Tanah Lapang Merdeka sekitar pukul 10.00 wib.
Tidak lama berselang, kakak ipar korban Neliati Br Simamora (47) bermaksud untuk masuk ke rumah,namun pintu di kunci dari dalam oleh korban.Neliati mecoba untuk mengetuk pintu,namun tidak ada jawaban dari korban.Merasa curiga,Neliati bersama dengan Ismail Sihite (35) warga jalan Letkol GA Manullang Doloksanggul dan Roganda Purba (33) warga Desa Pakkat toruan  mencoba mendobrak pintu dan melihat korban telah tewas gantung diri.
            Mengetahui kejadian tersebut,Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan AKP Hendro bersama debgan anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara(TKP) untuk melakukan olah TKP.
            AKP Hendro kepada wartawan mengatakan, dari hasil olah TKP,tidak ditemukan tanda -tanda kekerasan di tubuh korban.Di duga korban bunuh diri,sesuai tanda-tanda yang ditemukan yakni lidah menjulur,tenggorokan patah dan air seni korban keluar.”Kami akan selidiki apa motif dari kejadian ini,dan kami telah mengamankan barang bukti berupa I unit HP Blac berry,tas warna hitam,bangku kecil,tali tambang nilon serta jaket warna hitam”ujar Hendro.Pada saat itu juga,mayat korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Doloksanggul untuk di autopsi.(Fir)
Foto : Ilustrasi
             


Kamis, 19 Februari 2015

Isu Mutasi ‘Hantui’ Pejabat Pemkab Humbahas




Doloksanggul,Mimbar
Menjelang berakhir masa jabatan Bupati Humhahas Maddin Sihombing pada 26 Agustus 2015 mendatang, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)-nya banyak yang dirundung kegundahaan  atau kegalauan. Sebab  mereka " duhantui "  issu mutasi yang berhembus di akhir bulan February ini.
Tak hanya itu, isu yang menghantui itu juga berdampak kepada kinerja pejabat lainnya yang terlibat dalam pengelolaan berbagai kegiatan.

Informasi yang dihimpun Wartawan, menyebutkan, kabar mutasi ini terus berdengung di telinga para SKPD maupun pejabat lainnya. Mulai eselon IV,III dan II.
Kabar-kabarnya, mutasi ini terngiang sudah sejak dibulan January lalu, namun isu itu belum terlaksana. Malah, kembali isu mutasinya akan dilakukan di bulan February ini.

tidak bisa dipastikan apa yang menjadi motifasi terjadinya pemutasian pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang hasundutan. apakah itu disebabkan, masa akhir jabatan Bupati Humbahas Maddin Sihombing bersama Wakilnya Marganti Simanullang pada 26 Agustus mendatang, tidak tahu juga.

Selanjutnya, dampak dari isu ini ternyata merembet ke soal program dan kegiatan yang akan berjalan di tahun anggaran 2015 ini. Dimana, ada SKPD belum menghunjuk pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).
” Disini belum ada lae ditunjuk siapa PPK dan PPTK, sampai saat ini,” ucap salah satu pegawai di salah satu SKPD kepada Wartawan  Rabu (18/2) lalu.

Sekaitan isu itu, salah satu tokoh masyarakat dan juga sebagai pengurus di Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) beranggapan positif. Bila adanya terjadi mutasi besar-besaran.” Masyarakat pasti mendukung bila Bupati mengganti pejabat di jajarannya, tentunya kearah management yang lebih baik dan strategis” Ujar Erikson Simbolon kepada wartawan

Menurut menurut mantan anggota DPRD zaman orde baru ini, issu pemutasian itu dianggap positif. Sebab, kabupaten Humbahas sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia yang mampu menciptakan ide kretatif bagi peningkatan pembangunan. oleh karena nya diharapkan Bupati benar-benar menempatkan orang-orang yang dapat diandalkan demi kemajuan Humbahas.  

Lanjut Erikson mengemukakan, bahwa Bapak, Maddin Sihombing selaku Bupati Humbahas telah meninggalkan suatu kenangan yang baik bagi masyarakat Humbahas. dirinya berharap, dimasa akhir jabatannya, beliau tidak salah menentukan pilihan kepada orang-orang yang Ia (bupati) yakini mampu  melanjutkan program-program mulian dalam membangun kabupaten Humbahas yang mandiri sejatera "harapnya.

Sebelumnya, sekaitan isu itu, Kepala Badan Kepegawai Daerah (BKD) Humbahas Makden Sihombing ketika dikonfirmasi media meluruskan issu yang beredar. dirinya menjelaskan bahwa issu mutasi besar-besaran sebagai apa yang telah digemboskan, tidak lah demikian adanya. namun pemberian penyegaran kepada sejumlah PNS yang mungkin jenuh setelah sekian lama berada disatu instansi dengan waktu yang cukup lama. sehingga dirasa perlu memberikan suasana atau ruang lingkup kerja yang baru.” Kalau yang namannya mutasi besar-besaran itu tidak ada, tapi kalau penyegaran terhadap PNS, itu ada. PNS diberikan kesegaran dengan menikmati suasana kerja yang baru. disisi lain, penyegaran ini memiliki faat bagi para PNS. dimana para PNS tadi memperoleh kesempatan memperluas wawasan dan kemampuan diberbagai bidang  ” jelasnya.  
Lanjut mantan Asisten III ini menambahkan, sebagai aparatur negara yang mengemban tugas dan pengabdian, sepatutnya berjiwa besar terhadap  bentuk penilaian dan keputusan yang berdampak pada kinerjanya sebagai seorang PNS. Jika ada PNS yang merasa tidak siap dengan keputusan  dan penilaian terhadap kinerjanya. berarti PNS tadi tidak pantas menyandang tugas sebagai abdi negara " tegasnya.(Fir)

Narkoba Dan Perjudian Harus Diberantas di Humbang Hasundutan


Minggu, 01 Februari 2015

Kajatisu akui Kinerja Kejari Doloksanggul Belum Optimal


·         Herus Batubara,SH,MH : Kesediaan Personel Tidak mendukung Kinerja
Humbahas,Mimbar
            Sepertinya penilaian masyarakat atas lambatnya aksi penegakan hukum yang diperankan oleh Kejaksaan Negeri Doloksanggul di wilayah hukum Kabupaten Humbang Hasudutan tidak asal asumsi semata. Opini publik ini didukung oleh pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Muhammad Yusni yang mengakui ketidakoptimalan Kantor Kejari Doloksanggul dalam menjalankan salah satu fungsinya pada pemberantasan tindak pidana korupsi bagi oknum-oknum aparatur negara di lingkungan pemerintahan daerah kabupaten Humbahas.  Hal tersebut Ia (Yusni-red)  kemukakan disela-sela pelantikan Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun dan Kordinator Jaksa di Kejatisu,Medan belum lama ini.
Menjawab hal demikian, Kepala Kejaksaan Negeri Doloksanggul (Kajari), Herus Batubara,SH,MH yang dikonfirmasi Wartawan jumat pekan lalu mengakui kelemahan unit yang dipimpinnya. Namun dirinya menjelaskan, bahwa kelemahan tersebut dapat teratasi jika personel kejaksaan untuk Kejari Doloksanggul di lengkapi.” Saya mengakui ketidakoptimalan kantor ini. Namun yang menjadi kendala bagi kita, sehingga tidak dapat bergerak cepat disebabkan keterbatasan personel. Karena masing-masing personel yang ada dikantor ini hanya bekerja sendiri, mengingat kurangnya tenaga yang memungkinkan dapat membantu kelancaran penyelesaian tugas-tugas pokok kita.
Namun ketidakoptimalan sebagaimana yang disampaikan bukan berarti kita tidak bekerja” ujarnya. Mengingat kasus dugaan korupsi pada pengadaan TIK APBN 2011 lalu di Kantor Dinas pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan masih ditangani pihaknya. proses penyidikannya masih berjalan dan diupayakan sesegera mungkin untuk masuk ke tahap kepenuntutan” tegasnya.
Disinggung soal kasus dugaan Korupsi pada Kantor Pertambangan dan Energi Kab. Humbahas. Herus menjawab “  kasus tersebut masih berjalan. Dan sedang mengumpulkan  data-data”  jawabnya. (Fir)