Rabu, 01 Oktober 2014

DPRD Humbahas Yang Baru Dilantik Komit Tingkatkan Kemajuan Kinerja


Humbahas, Mimbar
            Pasca pengambilan sumpah/ janji oleh  25 anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terpilih untuk masa bhakti 2014 – 2019 yang digelar di Gedung DPRD Humbahas pada senin, (29/9) pecan lalu, ketua DPRD Humbahas sementara Parulian Simamora kepada sejumlah awak media disela-sela silaturahmi Rabu,(1/10) diruangannya menegaskan bahwa dirinya bersama semua rekan anggota legislative yang baru dilantik komit untuk lebih meningkatkan kemajuan kinerja selaku anggota di parlement legislative yang mewakili masyarakat dalam memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat. “ apa yang sudah dicapai oleh Pemerintah kita saat ini, merupakan dukungan dari semua element termasuk DPRD, jadi pencapaian – pencapaian keberhasilan di roda pemerintahan selanjutnya akan lebih kita tingkatkan lagi. Tentunya bersama doa dan dukungan masyarakat juga” ujarnya.
            Kami selaku DPRD baru, juga memiliki warna yang baru. Disini kami siap merangkul dan dirangkul. Membuka ruang komunikasi kepada seluruh element dalam menuangkan aspirasi. Kemudian lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan yang menjadi hak masyarakat. Sehingga kesetaraan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan bisa terwujud. Kita selaku DPRD yang baru dilantik membuka hati bergandengan tangan bersama pemerintah dalam memberikan pelayana prima kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Humbang hasundutan yang kita cintai ini”pungkasnya.
            Lebih lanjut, pria yang berparas tampan ini menambahkan sebelumnya, dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan partai Golkar, terlebih-lebih kepada seluruh masyarakat yang berkenan memberikan dukungan dan kepercayaan bagi anggota DPRD terpilih guna mewujudkan apa yang menjadi harapan kita bersama untuk kemajuan Kabupaten ini.(Fir)
Foto : Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora. 


Senin, 22 September 2014

Pendaftar CPNS Di Humbahas Mencapai 5204 Orang

Humbahas, Mimbar
            Memasuki hari ketujuh, jumlah pendaftar CPNS secara Online ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sudah mencapai 5204 orang. Jumlah ini diprediksikan terus  meningkat hingga batas akhir pendaftaran yakni tanggal 30 september 2014. Demikian hal itu dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Drs. Maden Sihombing melalui Kepala Bidang Perencanaan Sabar Purba, SH selaku anggota panitia penerimaan CPNS untuk Kabupaten Humbang Hasundutan Senin, (22/9) di Doloksanggul.
            Untuk tahapan verifikasi yang dimulai pada kamis (18/9)  hingga  hari ini,  senin (22/9) data yang masuk masih sekitar 986 orang. Situasi pada proses verifikasi berkas peserta ujian CPNS  relative ramai lancar. Namun dimungkinkan pada tanggal 28 -29 september nanti akan membludak” ujar Mantan Ajudan Bupati itu.
            Lebih lanjut Sabar menegaskan bahwa dalam proses verifikasi ini, pihaknya melibatkan beberapa lembaga seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Inspektorat dan Kesbang Pol. Hal itu dimaksudkan, mengingat bahwa penerimaan CPNS di Humbahas dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yakni Teknik, tenaga Pendidika dan tenaga kesehatan. Selain itu, dirinya mengakui bahwa pihaknya juga mengajukan syarat lain sebagai kebijakan pemerintah daerah yaitu peserta yang hendak memverifikasi berkasnya diwajibkan melampirkan foto ukuran post card. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya peserta ujian berwajah ganda, maksudnya muncul 2 (dua) wajah peserta pada saat mendaftar dan mengukuti ujian” terangnya.
perlu  diketahui, bahwa jumlah penerimaan PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Humbang Hasunduta (Humbahas) sebanyak 150 orang.  (Fir) 

Bupati Humbang Hasundutan Menerima Penghargaan Plakat Wahana Tata Nugraha (WTN)

Doloksanggul,Mimbar
 
Menteri Perhubungan Republik Indonesia diwakili Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso menyerahkan Penghargaan Plakat Wahana Tata Nugraha (WTN) kepada Bupati Humbang Hasundutan Drs. Maddin Sihombing, M.Si didampingi oleh Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Jaulim Simanullang, S.Pd., MM mewakili Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Kadishubpar) Kabupaten Humbang Hasundutan pada kegiatan Pameran Transportasi Indonesia Tahun 2014. Penyerahan penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2014 sesuai dengan Surat Dirjen. Perhubungan Darat Nomor: UM.202/27/1/DJPD/2014 tanggal 5 September 2014 perihal Pemberitahuan Penyerahan Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2014 dilaksanakan pada Rabu,(10/9) pekan lalu bertempat di SMESCO Convention Center, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan itu Maddin mengatakan ”peningkatan pelayanan perhubungan yang baik tentu adanya kerja sama  dari seluruh elemen masyarakat terutama dari pengendara, baik roda dua maupun roda empat atau lebih agar selalu mematuhi rambu-rambu dan ketentuan aturan peraturan lalulintas, sehingga tercipta Lalulintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu, juga bidang lalulintas dan angkutan jalan mampu mendorong perekonomian, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa”.
Maddin menambahkan, dengan penghargaan ini Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Perhubungan dan Pariwisata akan meningkatkan pelayanan di bidang perhubungan untuk mewujudkan etika berlalu lintas,  penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat dapat terlaksana, dengan motto ”Jadilah pelopor keselamatan berlalulintas”.
Kadishubpar melalui Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Jaulim Simanullang, Spd, MM yang saat itu ikut dalam rombongan mengatakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 208 mengatakan bahwa budaya keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan perlu di dorong dan diapresiasi dengan berbagai upaya, diantaranya adalah melalui Wahana Tata Nugraha (WTN) yaitu pemberian penghargaan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan penyelenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan. Terciptanya sistem lalu lintas dan  angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna, juga yang diatur dalam  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 5 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha.
Tambah Jaulim,  Kegiatan Penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2014 sudah terlaksana dengan baik di Kota Doloksanggul oleh Tim Penilai dari Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan RI yang diketuai oleh Ir. Karlo Manik, M.Sc dan didampingi Fahni Mauludi, ST,MT, Wahyu Suntoro, S.SiT, serta Parlin Marpaung sebagai pendamping  dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara,  telah melakukan  tahapan penilaian dari sisi administrasi dan teknis dilapangan di kota Doloksanggul pada tanggal 7 s.d 9 Juni 2014 yang lalu.
Dengan hasil penilaian tersebut telah ditetapkan Kota/Kabupaten dan Provinsi penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2014 dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 747 Tahun 2014 tentang Penetapan Kabupaten/Kota dan Provinsi Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2014, dimana Kota Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2014, yaitu penghargaan dari Menteri Perhubungan kepada daerah Kabupaten/Kota yang dalam penilaian kinerja sistem transportasi perkotaan dengan indikator baik, Jelas Jaulim mengakhiri. (Fir).
Foto : Bupati Humbahas Drs. Maddin Sihombing,Msi (baris kedua, no.2 dari kanan) diabadikan dengan foto bersama. Mimbar/ ist

Kamis, 04 September 2014

‘Kopi Lintong’ jadi ikon Kabupaten Humbang Hasundutan



Doloksanggul,Mimbar
            Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sedang menjajaki ke Kementerian Hukum dan Ham proses indikasi geografis dengan ikon Kopi Lintong, mempatenkan ikon ini dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kopi lintong yang sudah dikenal baik dalam negeri ataupun manca negara. Kekhasan Kopi Lintong berbeda dengan kopi arabika lainnya, karena aroma yang harum. Demikian dikatakan Bupati Humbang Hasundutan, Drs Maddin Sihombing, M.Si dalam bincang-bincang dengan CV. Tiang Mas Advertising  pada saat  audiensi Senin pecan lalu di ruang kerja Bupati Humbang Hasusundutan.
            Kopi arabika dari Kabupaten Humbang Hasundutan khususnya dari Lintongnihuta sudah banyak dikirim ke luar daerah, akan tetapi masih belum dipatenkan. indikasi geografis sama seperti hak paten lainnya akan tetapi lebih luas karena menyangkut daerah. Indikasi geografis kopi lintong diambil dari nama daerah lintongnihuta.
Pada saat ini Kopi Lintong  sudah dikelola lebih maksimal, terlebih ketika sejumlah pengembang kopi mulai mengambil peran di kawasan Humbahas untuk menjadikannya sebagai produk ekspor. “Kopi lintong sudah kategori produk unggulan Humbang Hasunduan sama seperti kemenyan. Bahkan, saat ini Arabika Lintong merupakan produk yang dicari sejumlah penikmat kopi. Memang, Kalau sudah mencoba kopi lintong, rasanya kopi lain itu tidak pas.” Kenang  Maddin Sihombing.
Maddin Sihombing menambahkan selain tanaman kopi, Humbang Hasundutan memiliki tanaman andalan lainnya yaitu kemenyan. Kemenyan ini juga sudah dikirim ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Memang kopi dan kemenyan ini tidak langsung diekspor dari Humbang Hasundutan tetapi kita kirim melalui  Medan ataupun daerah Jawa.
            Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop, JW. Purba  menyampaikan bahwa produksi kopi saat ini mencapai  5.000 ton per tahun dan pada  kurun waktu dua tahun ini mengalami penurunan walaupun tidak signifikan.  Penurunan ini karena kopi yang sudah tua tidak ditanam kembali dan petani beralih pada tanaman holtikultura.
            Centiara R. Panggabean mewakili CV. Tiang Mas Advertising menyampaikan bahwa potensi daerah Kabupaten Humbang Hasundutan perlu dipublikasi secara luas sehingga diketahui publik. Dengan publikasi dalam pemberitaan ataupun promosi sangat berpengaruh terutama dalam menarik minat investor. “Kami yakin kalau publikasi ini ditingkatkan, akan banyak investor datang ke humbang, mengingat daerah ini sudah memiliki produk-produk unggulan.” Ujarnya.
            Turut dalam pertemuan itu, Asisten Administrasi umum dan Kesra Drs. Edy Sinaga, Kepala BKD Makden Sihombing, S.Sos, Inspektur Kabupaten Humbang Hasundutan Palbet Siboro, SE, Kadis Pertanian, Ir. Happy Silitonga dan Kabid Parawisata Nelson Lumbantoruan. (Firman Tobing)
Foto : Bupati Humbang Hasundutan, Drs. Maddin Sihombing memberikan Buku berjudul “Ahu do Sisingamangaraja “ kepada Centiara R. Panggabean dari  CV. Tiang Mas Advertising. Mimbar/ist




Total Penerimaan CPNS Di Humbahas Sebanyak 150


Doloksanggul,Mimbar
 
Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) akan merekrut sebanyak 150 Pegawai. Rekrutmen tahun 2014 ini di dominasi guru dan tenaga medis.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Humbahas, Saul Situmorang, SE, M.Si belum lama ini mengatakan bahwa jumlah tersebut masih sangat jauh dari kebutuhan PNS dilingkungan Pemkab Humbahas. Karena total kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Humbahas saat ini sudah mencapai 600 personil. Khususnya untuk tenaga pengajar dan medis. Sehingga rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014 diharapkan dapat mengatasi kebutuhan tenaga yang selama ini sudah banyak yang kosong. Contohnya tenaga guru yang mengalami kekurangan hingga ratusan personil terlebih untuk SD dan guru bidang studi.
 
“Jadi untuk tahun ini yang di dominasi adalah tenaga guru, sebab kekurangan kita untuk guru ini yang sudah sangat mendesak. Contohnya kebutuhan guru SD mencapai 1700 personil sementara yang kita punya hanya sektar 1100 personil dan ini yang harus kita tambah,” terangnya kepada Wartawan.
 
Saul menambahkan bahwa selain merekrut untuk tenaga guru, dalam 150 formasi yang akan di terima Pemkab Humbahas juga akan merekrut tenaga medis dan tenaga teknis dari berbagai jurusan. Sebab kekurangan jumlah PNS di Humbahas hingga tahun 2014 ini sudah mencapai 600 personil. Serta harus diatasi untuk memaksimalkan pelayanan public. “Keseluruhan yang kita rekrut akan menjatuhkan lamaran sesuai dengan formasi dan penempatan. Sehingga bagi warga yang ingin melamar harus melihat formasi dan penempatan. Selain itu untuk tahun 2014, yang kita rekrut adalah lulusan Diploma tiga dan strata satu,” katanya.
 
Untuk rekrutmen CPNS 2014 dengan Sistem online, Saul mengatakan bahwa pihak Pemkab Humbahas akan melakukan rekrutmen secara mandiri. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban putra daerah yang akan mengikuti seleksi CPNS. Dari segi kesiapan fasilitas dan kebutuhan pendukung, Saul mengatakan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki Pemkab Humbahas sudah memenuhi. Termasuk dari ketersediaan computer dan gedung pelaksanaan rekrutmen. “Selain itu kita juga sudah memiliki fasilitas server yang dapat menghubungkan kita dengan pihak kementerian,” terangnya.
 
Lebih lanjut, mantan kepala Bappeda tersebut mengatakan bahwa secara resmi mulai Sabtu (30/8) masyarakat sudah dapat melihat formasi asli yang akan dikeluarkan lewat website Pemkab Humbahas dan kementerian. Warga diharapkan menggunakan formasi asli yang dikeluarkan oleh Pemkab Humbahas dan mengabaikan formasi palsu yang menyebutkan jumlah rekrutmen hanya sebatas 65 orang.
 
Salah satu warga yang ingin mengikuti rekrutmen CPNS 2014, Adelina Aritonang, 28 kepada wartawan mengatakan bahwa harapan awal dalam rekrutmen tahun ini adalah penerimaan dari lulusan SLTA atau sederajat. Sebab jika melihat dari tingginya pengangguran di daerah Humbahas lebih disebabkan latar belakang pendidikan yang hanya sampai SLTA. Sehingga dengan pembukaan lowongan yang diperuntukkan untuk sarjana, maka akan menutup kesempatan kepada putra daerah yang ingin ikut mengabdi di kampung halaman masing-masing. “Kalau saya jadinya ngambil diluar kota, dan belum tau dimana yang bisa saya ambil untuk rekrutmen dari lulusan SLTA. Sebab di Humbahas sama sekali tidak ada,” katanya. (Firman Tobing)
SEKDA Kab. Humbahas Saul Situmorang, SE,Msi
 

Minggu, 24 Agustus 2014

Milyaran Rupiah '' Bongkahan Dana '' Insentif Guru dari Gubernur Jadi '' Teka-teki Harta Karun ''


Humbahas,Mimbar
maraknya pemberitaan yang disampaikan sejumlah media, tentang fakta keingintahuan masyarakat, khususnya para pahlawan tanpa jasa ini seputar alokasi Bantuan Kesejahteraan Guru (BKG) yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui kebijakan gubernur dalam bentuk Bantuan Keuangan Propinsi ke Kabupaten Humbahas belum memberikan kunci jawaban yang jelas terkait objek yang dimaksud. sejumlah guru yang ditemui awak media mengakui bahwa pendistribusian BKG ke para Guru tidak lagi pernah diterima sejak Pak Gatot Pujo Nugroho,ST  menjabat sebagai Gubernur Sumut.  " udh lama kali kami para guru tidak menerima itu dek, kalo tidak salah sejak Pak Gatot jadi Gubernur" ujar salah seorang guru yang tak ingin namanya dituliskan. guru ini menjelaskan lagi bahwa BKG yang mereka terima senilai Rp. 60.000/bln melalui rekening mereka masing-masing.

Sesuai dengan Konfirmasi lalu, Pihak Dinas pendidikan melalui pejabat teknisnya T. Sihombing mengakui adanya penyaluran dana BKG dimaksud. Ia mengatakan, " BKG yang disalurkan ke Humbang Hasundutan sesuai usulan dari Dinas Pendidikan. ada beberapa indikator ,syarat bagi penerima BKG ini, yakni  bukan status PNS, tidak mendapat tunjangan sertifikasi dan memiliki jam belajar yang ditentukan  serta NUPTK " terangnya. BKG ini kita salurkan melalui rekening guru masing-masing. tercatat kurang lebih 1400 orang yang menerima BKG tersebut.  

ironisnya, pihak dinas pendidikan Kabupaten Humbahas enggan memberikan keterangan lebih rinci tentang daftar para guru yang menerima BKG tersebut kepada pekerja Media. sehingga menciptakan tunas pemikiran yang mengarah pada kecurigaan. hal yang lebih membingungkan, terjadi Plutuasi penurunan Batuan Kesejateraan Guru setiap tahunnya. sementara usulan dari Dinas Pendidikan terhadap daftar penerima BKG ini tidak pernah berubah. pihak dinas pendidikan yang dimintai keterangannya sekaitan alasan penurunan bantuan tersebut, tidak dapat memberikan keterangan. mereka berdalih bahwa batuan tersebut merupahkan ketentuan dari Provinsi. apa yang menjadi alasan pihak provinsi, pihaknya tidak mengetahui. 
data akurat yang diperoleh Wartawan dari Pihak Dinas Pendapatan Dan Pengelolahan Keuangan Derah (DPPKD) Pemerintah Kabupaten Humbahas mencatat rekapitulasi penyaluran BKG dan BSM  kurun waktu 6 tahun, mulai tahun 2009 hingga tahun 2014. tertera di tahun 2009 BKG yang masuk senilai Rp. 2.302.800.000, tahun 2010 Rp. 2.890.800.000, tahun 2011 Rp. 2.890.800.000, tahun 2012 Rp. 2.525.328.000, tahun 2013 Rp. 1.262.664.000, tahun 2014 Rp. 600.000.000. sedangkan BSM nya, di tahun 2009 senilai Rp. 1.224.000.000, tahun 2010 Rp.1.174.280.000, tahun 2011 Rp. 300.000.000, tahun 2012 Rp. 300.000.000, tahun 2013 Rp. 300.000.000 dan di tahun 2014 Rp. 150.000.000. 

Saut Sagala, SE Sekjend P2KN Sumut minggu,(24/8) lanjut menanggapi,menurut Nya (saut) info ini menarik untuk ditelusuri. pihaknya akan mencoba mengajukan surat klarifikasi seputar keberadaan penyaluran BKG ini terhadap biro keuangan Provinsi. keterangan yang diperoleh akan diperbandingkan dengan informasi dan data yang didapatkan dilapangan. dengan demikian akan membuka sedikit ruang kejelasan terkait dana tersebut. Saut menambahkan bahwa kecurigaan yang dituangkan oleh sejumlah media dimungkinkan bisa saja terjadi. mengingat banyak persoalan dugaan korupsi yang melekat Dinas Pendidikan kabupaten Humbahas, seperti dugaan korupsi Pengadaan TIK TA - 2011 dan DAK  TA - 2012. bahkan pelaku dari masing-masing perkara ini sudah ditetapkan tersangka. namun yang jadi pertanyaan, mengapa hinggga kini, penuntasa perkara tersebut tak kunjung selesai. padahal diperkirakan sudah berjalan hampir 3 tahun penanganan untuk pengadaan TIK oleh pihak Kejari Doloksanggul. sementara untuk dugaan Korupsi DAK TA - 2012 ditangani oleh pihak Polres Humbahas '' tegasnya". sementara, pihak aparat hukum yang kerap dikonfirmasi para rekan Media, seperti yang dilansir dalam pemberitaan terkait pesoalan dimaksud, selalu berdalih tengah menunggu keterangan  para ahli, guna mendukung dugaan pemeriksaan" tegasnya. (Fir)

Rabu, 13 Agustus 2014

Usai Diperiksa Kejari Doloksanggul, Indra Penglihatan Kakan Tamben Humbahas “ Berlinang”



 
Dolok Sanggul,Mimbar
Sepertinya efek pembangunan jaringan tegangan rendah (JTR) Listrik pedesaan bertempat di Sipindur Desa Pearung Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berbuntut panjang. JTR yang berbiaya RP 485.000.000 dari APBD TA 2013 itu terus ditelisik aparat hukum.
Pantauan Awak media, Kamis (14/8) sekitar pukul 13:00 Wib Kakan Tamben Humbahas, MS tampak menghadiri pangilan jaksa yang ke tiga kali terkait dugaan korupsi pembangunan JTR. MS datang sendirian mengendarai mobil dinas BB 31 D tanpa didampingi stafnya. Kakan lulusan ITB itu mengenakan pakaian dinas harian (PDH) sambil membawa tas ransel dan masuk melalui pintu belakang kantor Kajari Dolok Sanggul.
Sekitar dua jam menjalani pemeriksaan, MS tampak keluar dari pintu belakang dengan raut wajah sedih dan langsung menuju mobil dinas. Saat disambangi wartawan, MS hanya mengatakan kedatangannya ke kantor kejari untuk memenuhi panggilan jaksa untuk memberikan keterangan.
“Kedatangan saya kesini hanya memberi keterangan terkait dugaan korupsi pembangunan JTR. Kalau suatu saat nanti saya masuk penjara, saya harap kalian membesuk saya,” pasrah MS seraya menitikkan air mata dan berlalu meninggalkan wartawan.
Sementara itu, Kejari Dolok Sanggul Herus Batubara SH.MH melalui Kasi Pidsus Benni D Purba saat dikonfirmasi wartawan mengatakan terkait kedatangan MS, pihaknya hanya untuk memintai keterangan terkait pembangunan JTR listrik pedesaan Sipinsur, Pearung. “Terkait JTR, kita masih melakukan penyelidikan. Dalam waktu dekat akan ditingkatkan ke penyidikan. Untuk penetapan tersangka korupsi, pihak kejaksaan akan mengundang para wartawan,” jelas Benny.
Terpisah, salahsatu aktifis LSM Suara Informasi Korupsi Anggaran Pemerintah (SIKAP) Sumut, F.Tobing saat dimintai tanggapanya mengapresiasi kinerja personil Kejari Dolok Sanggul. “Kita apresiasi kinerja personil kejari khususnya Pidsus yang getol menyoroti dugaan korupsi di daerah tersebut. Hal itu merupakan wujud nyata kinerja pihak Kejaksaan Negeri Doloksanggul di mata public.
Dengan kata lain, memberikan bukti kepada Masyarakat, bahwa Kejari Doloksanggul tidak main-main dalam memberantas para koruptor di Kabupaten  yang saat ini popular dengan berbagai perolehan prestasi “ tegasnya.   
Terpisah, mencuat informasi yang menyebutkan keterlibatan seorang petinggi di daerah tersebut berinisial MS dalam melakukan interpensi penanganan penyelidikan dugaan perkara korupsi pada pembangunan JTR listrik dimaksud. Kepada Wartawan kamis,(14/8) seorang masyarakat yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan bahwa diketahui nya ada seorang pejabat teras Kabupaten Humbahas berinisial MS yang hendak ingin datang ke kantor kejaksaan negeri Doloksanggul guna melakukan lobilisasi agar dihentikannya penyelidikan terhadap perkara tersebut. Namun, kunjungan Pejabat tersebut urung dilakukan, dikarenakan oknum pejabat yang bersangkutan mendapat bocoran informasi dari oknum pegawai kantor kejaksaan tentang kehadiran sejumlah para pemburu berita yang tengah bersembunyi menantikan kedatangannya. “ tadinya ada salah seorang pejabat teras yang hendak datang kekantor ini ingin melakukan lobi agar penyelidikan kasus tersebut dihentikan. Namun karena ada yang memberi tahu kepadanya  akan keberadaan para Wartawan disini, sehingga Dia nya (MS) balik kanan” ujarnya sedikit tertawa.(Fir)