Minggu, 26 April 2015

*Aceh klaim Sebagian Danau Toba Miliknya


Komisi A DPRDSU Kunker ke Kabupaten Humbahas Bahas Tapal Batas 
*Aceh Mengklaim Sebagian Danau Toba Miliknya
Doloksanggul,Mimbar

Komisi A DPRDSU kunker (kunjungan kerja) ke Kabupaten Humbahas dalam rangka membahas tapal batas dengan kabupaten tetangga yang berhubungan langsung dengan wilayah Humbahas, Jumat (24/4) kemarin di Bukit Inspirasi Doloksanggul. Kabupaten Humbahas yang langsung berbatasan dengan 4 kabupaten yaitu Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara dan Samosir.
Komisi A DPRDSU yang turut serta yakni, FL Fernando Simanjuntak SH selaku wakil ketua, Rony Reynaldo Situmorang, Yasyir Ridho Lubis, Putri Susi Melani Daulay SE, Sarma Hutajulu SH dan Sutrisno Pangaribuan ST. Kahadiran wakil rakyat itu disambut Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang, Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit, Sekda Saul Situmorang SE MSi dan sejumlah pimpinan SKPD. 
Saul Situmorang dalam paparannya menjelaskan, Kabupaten Humbahas berbatasan dengan Tapanuli Tengah dengan panjang batas kedua kabupaten 75 km. Titik koordinat disepakati tim BPD (Batas Pertanahan Daerah) kedua kabupaten terdiri dari  27 titik. Dimana 11 titik koordinat telah dilacak di lapangan dan telah dipasang pilar batas. Penentuan 16 titik koordinat lagi dilakukan melalui metode kartometrik terhadap peta Rupa Bumi (RBI) yang dikeluarkan Bakorsurtanal. Peta sementara serta titik  koordinat trayek batas telah ditanda tangani tim BPD yang diketahui bupati kedua kabupaten yaitu 28 September 2012 di Pandan Tapanuli Tengah. 
Namun Permendagri tentang batas daerah Kabupaten Humbahas dengan Tapanuli Tengah belum terbit. Tapi telah disepakati titik koordinat pertigaan batas di bagian selatan yang melibatkan 3 kabupaten yaitu Humbahas, Tapteng dan Taput yang dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani tim penegasan batas ketiga kabupaten dan tim penegasan batas provinsi. Kesepakatan ini dilaksanakan pada rapat penegasan batas di Kantor Gubsu tanggal 21  April 2015. 
Mengenai tapal batas dengan Pakpak Bharat, panjang batas kedua kabupaten 45 km. Disepakati dan ditetapkan 19 titik koordinat dan 10 pilar batas. Trayek batas telah ditandatangani tim penegasan batas kedua kabupaten. Permasalahnnya, belum ada kesepakatan titik koordinat pertigaan di sebelah Utara antara Humbahas, Pakpak Bharat dan Samosir. Masih ada beberapa titik koordinat yang perlu disepakati melalui metode kartometrik terhadap peta RBI. 
Tapal batas Humbahas dan Taput sepanjang 65 km. Disepakati dan ditetapkan 25 titik koordinat  dan 14 pilar batas. Permasalahannnya, terdapat perbedaan pendapat diantara PBD kedua kabupaten. Kemudian belum ada kesepakatan titik koordinat pertigaan batas di Sebelah Utara antara Humbahas, Samosir dan Taput persis berada di Danau Toba. Dalam waktu dekat akan diadakan rapat pembahasan titik yang belum disepakati bersama tim penataan batas Humbahas dan Taput yang difasilitasi tim penataan batas Sumut.
Sekda Saul Situmorang juga menjelaskan batas dengan Kabupaten Samosir. Panjang batas kedua kabupaten disepakati 15 km namun direncanakan 65 km. Telah disepakati dan ditetapkan masih 8 titik koordinat, 8 patok batas sementara. Trayek batas yang telah disepakati sudah ditandatangani tim penegasan batas kedua kabupaten.  Permasalannya, belum ada kesepakatan titik koordinat di sepanjang 50 km disebabkan belum adanya kesepakatan batas khususnya di daerah perbatasan antara Kecamatan Pollung, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas dengan Kecamatan Harian Kabupaten Samosir yang berada di kawasan Hutan Negara damn Areal Konsesi PT TPL. 
Solusi dalam menyelesaikan tapal batas ini, tim PBD Sumut sangat diharapkan agar dapat memfasilitasi penyelesaian penegasan batas daerah Kabupaten Humbahas dengan Pakpak Bharat, Taput dan Samosir. 
Menanggapi paparan itu, FL Fernando Simanjuntak mengatakan pembahasan tapal batas antara kabupaten sudah dilakukan namun masih tahap proses. Menyelesaikan ini perlu duduk bersama dengan kabupaten-kabupaten lain. “Sebenarnya ini tidak begitu sulit karena masih dalam satu Provinsi. Kami akan berusaha dan berupaya untuk memfasilitasi untuk mencapai kesimpulan dan rekomendasi dari Pemprovsu. Begitu juga Pemprovsu harus mengundang kabupaten untuk duduk bersama untuk mendapatkan kesepakatan. Kalau duduk bersama, saya yakin pasti bisa. Sebenarnya, kita sama kitanya. Tak ada orang lain disini. Karena kabupaten ini semua hasil pemekaran dari Tapanuli Utara”tegas Fernando.
Hal senada juga disampaikan Sarma Hutajulu SH, intinya dalam menyelesaikan ini harus duduk bersama. Khusus tapal batas dengan Samosir, ini dipersoalkan karena ada lokasi TPL, ada sumber daya alam disitu, sehingga lokasi saling berebut. Saling mengklaim itu milik masing-masing kabupaten. Menyelesaikan itu, Pemprovsu harus pro aktif. “Guburnur Sumut harus pro aktif disini. Jangan sempat wilayah kita ini diambil provinsi lain. Ada kabar, Aceh juga mengklaim sebagian Danau Toba miliknya. Karena tapal batas propinsi belum selesai. Jangan sempat terjadi Jalur Gaja di Humbang Hasundutan ini. Hal ini jangan sempat terjadi” ujar Alumi FH USU itu. (Firman)
foto : Sekdakab Humbahas, Saul Situmorang,SE,Msi saat memberikan paparan. Mimbar/Ist



Kuat Dugaan, Pelaku Pembunuhan Sepasang Calon Pengantin Keluarga Dekat


* Ipar Korban,AM (33) Mendadak Gantung diri dikampung Halaman
Doloksanggul,Mimbar
Sepekan lamanya, satuan Reskrim Polres Humbahas dibantu Tim Poldasu belum juga bisa memastikan pelaku dan motif pembunuhan sepasang calon pengantin (Ojak dan Ospi-red) yang belum lama ini terjadi di Doloksanggul Kab. Humbang Hasundutan. Peristiwa pembunuhan sadis dan menggemparkan tersebut seolah-olah mengundang rasa penasaran yang luar biasa terhadap Masyarakat luas. Tidak hanya masyarakat Humbahas, tetapi bahkan kepada masyarakat luar tentang siapa pelaku dan kronologis terjadinya perbuatan diluar akal sehat manusia itu.
Orang-orang yang berada disekitar rumah korban juga tidak pernah mengetahui adanya persoalan ataupun perdebatan sebelum peristiwa naas itu terjadi. Namun anehnya, Ipar korban yang merupahkan suami adik perempuan korban berinisial AM disebut-sebut mendadak menghilang saat kejadian, bahkan hingga kini.
Usut demi usut, diperoleh informasi yang menyebutkan Ipar (lae) korban, Ojak Purba ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon. Hasil penelusuran media,  Kapolres Tobasa melalui Kepala Bagian Operasi Polres Tobasa, Kompol. Edi B. Sinaga,SH yang dipercayakan sebagai humas ketika dikonfirmasi awak media,Minggu (26/4) mengakui adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga menegaskan bahwa korban merupahkan warga Komplek SD Purba Manalu kecamatan Doloksanggul.
"benar, kita telah menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, diduga gantung diri di pohon yang berada dipinggiran tebing sungai Sisera-sera Sijambur, Desa Pardomuan, Kecamatan  Ajibata, Toba Samosir. Korban ditemukan pada pukul ,11:30 Wib, Sabtu siang,(25/4). Dari hasil identifikasi, korban bernama AORAN MANURUNG (33)kristen, warga kompleks SD Purba manalu Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang hasundutan. Jasad korban telah dibawa ke RSUD Porsea guna di Visum. Visum yang dilakukan sudah mendapat izin dari keluarga korban, sebab keluarga korban hadir pada saat itu."terangya.
usai dilakukan visum, korban selanjutnya dibawa kerumah duka, di Desa Motung Kecamatan Ajibata, Kab. Toba samosir yang nota bene kampung halaman korban" pungkasnya mengakhiri.
Kapolres Humbahas, AKBP. Rustam Mansyur,SIK melalui Kasat Reskrim nya, AKP. Hendro Sutarno,SH membenarkan bahwa korban gantung diri yang ditemukan di Desa Pardomuan, Kecamatan Ajibata adalah Warganya. pihaknya menegaskan bahwa korban tersebut tak lain ialah Ipar (lae) korban pembunuhan, yaitu Ojak Purba yang dikabarkan menghilang pasca kejadian. Namun polisi belum bisa memastikan apakah AM adalah pelakunya. Untuk memastikan itu, kepolisian akan mencek sampel darah yang menempel di jaket milik korban (AM) dengan sampel darah almarhum Ojak dan Ospi.  
Demi pengembangan informasi, wartawan yang langsung terjun ke lokasi gantung diri tersebut, ketika mencoba mewawancarai warga sekitar, sepertinya enggan memberikan keterangan terkait obrolan kecil yang mungkin sempat diutarakan Aoran Manurung ketika berada di Desa tersebut, sampai memutuskan mengahkhiri hidupnya. Salah seorang warga setempat kepada awak media mengatakan mereka tidak tahu sama sekali tentang peristiwa gantung diri tersebut. (Fir)
foto : AM (33) korban gantung diri. Mimbar/ist

Rabu, 22 April 2015

Polres Humbahas Masih Memburu Pelaku Pembunuh Pasangan Calon Pasutri



Polisi Periksa 10 Saksi
Doloksanggul,Mimbar
Misteri pembunuhan sadis calon Pasutri yang terjadi di Jalan SM Raja Kelurahaan Pasar Dolok Sanggul Kecamatan Dolok Sanggul, Minggu (19/4) lalu masih belum terungkap. Pasalnya, polisi hingga kini masih memburu pelaku pembunuhan, yang terjadi terhadap Ojak dan Ospi. ” Kita masih melakukan penyelidikan dengan mencari keterangan dari warga, dugaan sementara pelaku kemungkinan lebih dari satu orang”, ujar Kapolres Humbahas AKBP Rustam Mansur melalui Kasubbag Humas Aiptu H Melialal kepada Wartawan, Selasa (21/4) kemarin.
Kepolisian yang masih berupaya melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut, 10 orang sudah diperiksa.” Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi”, tambah Meliala. Kasubbag ini menjelaskan, 10 orang tersebut lima diantaranya pihak pengantin perempuan yakni 3 orang dari abangnya dan dua adiknya, Ospi, 1 orang bapaudanya (paman), mantan pacarnya inisial DL. Sedangkan dari pihak Ojak, lima orang diantaranya, tiga orang dari adiknya, dua anak kost.
            “ Pemeriksan terhadap saksi-saksi masih berlanjut. Dan terhadap barang bukti, hanya dua handphone yang disita di TKP. Kami berharap kasus ini bisa terungkap cepat,” jelasnya. Kedua pasangan ini yang tewas terbunuh dikamar mempelai pria, Minggu (19/4) kemarin yang ditemukan oleh, Marjuki Purba, adik kandung Ojak. Saat tewas, hanya ibu dari Ojak bersama dua anak kostnya berada dirumah tersebut. Sebaliknya, Marjuki berada diluar dan baru pulang sekira pukul 03.55 WIB.
            Sementara, jarak rumah korban dengan rumah warga lainnya berendengan. Dikabarkan, sejak mulai pukul 00.00 WIB hingga, Marjuki, adik kandung, Ojak sudah berada dirumah dan menemukan pertama kali kedua jenazah pasangan calon pengantin ini, tidak terdengar sama sekali suara keributan dari rumah korban.  Sekaitan tetangga itu, polisi rencananya akan meminta keterangan terhadap tetangganya.” Penambahaaan saksi kemungkinan ada, itu nanti dari tetangga korban. Soalnya, jarak rumah disitu pada rapat semua, jadi kita hanya meminta keterangan apa ada terdengar suara keributan ataupun lainnya”, ujanya. 
           Sedangkan kedua jasad korban telah dikebumikan pihak keluarga pada Senin,(20/4) kemarin secara bersamaan dalam satu liang kubur setelah melewati prosesi pemakaman "tambahnya. (Fir).

Prediksi Kejari Doloksanggul Atas Penuntasan Kasus TIK Disdik Humbahas Berakhir Sebelum Pertengahan Tahun 2015 Batal



·        Kejatisu Diminta Ambil Alih
Humbahas,Mimbar
            Komitmen Kejaksaan Negeri Doloksanggul atas penuntasan kasus tindak pidana korupsi pada pengadaan TIK di Dinas Pendidikan Humbahas TA-2011 kayaknya tertunda. Sebab tahanpan-tahapan yang dilakukan pihak Kejari Doloksanggul menuju ke penuntutan masih dalam proses yang penjang. Apalagi  mengingat alat kelengkapan personil di Lembaga hukum ini terbatas dan masih minim. Sehingga percepatan penyelesai perkara Tipikor pada kegiatan dimaksud cenderung berjalan lambat dan belum bisa memberikan jaminan, kapan kasus tersebut dituntaskan. Demikian disampaikan Kasipidsus Kejari Doloksanggul,Rudi panjaitan,SH kepada Wartawan melalui salutan seluler Rabu,(22/4) kemarin.
            Lebih lanjut, Rudi yang saat ini mengikuti Diklat menegaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengajukan permohonan ke BPKP untuk segera mengeluarkan hasil audit atas kerugian Negara pada kegiatan pengadaan TIK yang bersumber dana dari APBN 2011.  Namun dirinya berjanji akan berupaya seoptimal mungkin untuk segera menuntaskan perkara tersebut.
            Disinggung tetang potensi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan, WS selaku Pengguna Anggaran (PA), Mantan Kasipidum Gunung Tua ini enggan memastikan. “ kasus ini masih terus berjalan. Permohonan ke BPKP juga telah kita sampaika, namun sampai sekarang belum keluar. Yang jelas, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar menyelesaikan kasus TIK ini. Soal, penambahan tersangka baru atau potensi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan belum ada mengarah sampai sejauh ini. Diharapkan Media dan masyarakat bersabar menunggu“ paparnya.
            Terpisah, salah seorang praktisi hukum yang juga merupahkan ketua Lembaga Advokasi Masyarakat Humbahas (Lamhas), Burju Sihombing,SH menanggapi, bahwa selama Herus Batubara masih menjadi Kepala Kejari di Doloksanggul, penegakan tindak korupsi di wilayah tersebut tidak akan terlaksana, sebab Kajari itu sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa hal itu tidak Ia lakukan dikarenakan akan menghambat lajunya saluran bantuan keuangan ke Humbahas, sebagai tujuan peningkatan pembangunan di kabupaten yang baru berusia 10 tahun tersebut”bebernya.
Terkait alasan minimnya personil di tubuh kejaksaan negeri Doloksanggul, Burju menilai apa yang dikemukakan pihak Kejasaan tersebut merupahkan sebuah kebodohan. Sebab, secara tidak langsung pihak  kejaksaan sudah mengakui ketidakmampuannya terhadap penuntasan perkara tersebut. Jika demikian, sepatutnya berkas perkara tersebut dilimpahkan ke Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Tuntasnya sebuah perkara atau kasus yang ditangani oleh para aparat hukum kita,  diukur dari seberapa besar keseriusan penegak hukum itu sendiri menanganinya”tegasnya. (Fir)
                
           

Minggu, 19 April 2015

Calon Pasangan Suami/Istri Tewas Dibantai OTK



Doloksanggul,Mimbar
            Pasca memasuki awal tahun 2015, Humbang Hasundutan selaku daerah yang dikenal penghasil kopi ini, dihujani berbagai peristiwa aksi kriminal, mulai maraknya perjudian togel, tindakan mengahabisi nyawa sendiri bahkan aksi pembunuhan. Hingga kini masih hangat diperbincangkan sebuah peristiwa pembunuhan yang menimpa salah seorang siswi SMK di Kecamatan Doloksanggul yang dilakukan 2 pria beristri bermarga Manullang.
            Dua pekan berlalu, kali ini masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan digemparkan dengan kejadian pembunuhan yang terjadi di salah satu rumah yang berada di jalan Sisinga Mangaraja No. 86 kecamatan Doloksanggul. Diketahui korban  merupahkan sepasang kekasih yang rencananya akan melangsungkan pernikahan awal bulan Mei mendatang.
            Kapolres Humbahas,AKBP. Rustam Mansyur,SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Hendro Sutarno kepada Awak media Minggu,(19/4) mengakui kejadian tersebut. Korban yakni OJAK PARSAULIAN PURBA (33) dan OSPI Br. SIMBOLON (28), keduanya ditemukan tewas dikamarnya pada Minggu dini hari sekitar pukul 04 : 00 Wib  dengan luka dibagian wajah juga kepala. Belum diketahui siapa pelaku dan motif dalam insiden tersebut.
            Sesuai keterangan saksi yang merupahkan adik korban (Ojak Purba-red) yaitu Marzuki Purba (28) menyampaikan bahwa Adik korban, Marzuki yang pada saat itu baru pulang menonton pertandingan sepak bola melalui layanan internet, melihat pintu kamar abangnya tengah terbuka. Beberapa langkah menuju pintu, Marzuki kaget melihat bercak darah segar berserak dilantai. Penasaran apa yang terjadi, Marzuki memasuki kamar abangnya tersebut dan terkejut melihat korban dan calon istrinya telah bersimbah darah dibagian wajah serta kepala.
            Guna pengembangan penyelidikan pelaku, pihak kepolisian menyita 2 (dua) barang bukti berupa 2 unit handpone genggam milik korban. Selanjutnya dilakukan visum pada jasad korban untuk kepentingan peyeledikan. Akan tetapi, saat jasad korban telah dikembalikan kerumah duka”terang Hendro.(Firman)  
Foto : Kedua Korban ditemukan bersimbah darah diatas tempat tidur. Mimbar/Ist   
    

Senin, 13 April 2015

27 Peserta Ujian Dinyatakan Drop Out


Humbahas,Mimbar
            Hari pertama UN di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berjalan lancar. Dari data yang dihimpun, sebanyak 3563 orang peserta UN mengikuti jalan nya Ujian Nasional (UN) di tingkat SMA,MA,SMK hingga  program Paket C. Kepala Dinas Pendidikan Drs. W. Sianturi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) R. Hasugian didampingi Kasi Dikmen, Kristison Marbun,Mpd kepada Wartawan Senin,(13/4) diruang kerjanya menyampaikan bahwa peserta UN untuk SMA/MA sebanyak 2014, jumlah ini sesuai pendataan yang dilakukan pihak panitia dalam hal ini Dinas pendidikan pada Desember 2014 lalu, namun yang hadir 2009 orang dan 5 diantaranya dinyatakan DO (Drop Out. Sebab mulai awal Januari 2015 tidak pernah lagi mengikuti proses belajar disekolah yang bersangkutan.
            Sementara peserta UN pada tingkat SMK berjumlah 1441 orang, akan tetapi yang hadir sebanyak 1417 peserta. 22 orang juga dipastikan DO dan 1 orang sakit, satu nya lagi meninggal dunia. Sedangkan peserta UN pada jalur program paket C berjumlah 137 orang. Pada program paket C diberikan ruang tersendiri untuk ujian, dengan materi ujian yang serupa dengan program IPS. Pada pelaksanaan UN tahun ini, Universitas Sumatera Utara (USU) dipercayakan sebagai kordinator bagi Kabupaten Humbahas.
            “ dari pendataan yang kita lakukan pada Desember 2014 lalu, ada 3563 orang yang mengikuti ujian tahun ini dengan mempedomani kurikulum 2005 dan 2006 mulai dari tingkat SMA,SMK,MA dan program paket C. Dari jumlah keseluruhan tersebut, 27 orang kita nyatakan DO, sementara 1 orang sakit dan seorang lagi meninggal dunia. Hari pertama UN, materi pelajaran yang diujiankan yakni, untuk program IPA , Bahasa Indonesia dengan Kimia. Sedangkan untuk program IPS yaitu, Bahasa Indonesia dengan Geografi. Sementara untuk peserta paket C sama dengan program IPS. Waktu pelaksanaan UN bagi SMA berlangsung selama 3 hari dan bagi SMK dan Paket C selama 4 hari dengan waktu yang berikan  2 jam untuk satu mata pelajaran” paparnya.
            Lebih lanjut, R. Hasugian menyampaikan bahwa hasil ujian tersebut, nantinya langsung dibawa ke Medan untuk segera diperiksa pihak USU melalui Fakultas Ilmu Komputer dan Tehnologi Informatika selaku Tim Kordinator yang dihunjuk kementerian. Terkait standard kelulusan ditentukan pihak oleh sekolah. Sebab didalam Permendikbud No. 5 tahun 2015 telah disebutkan apa yang menjadi criteria kelulusan bagi para peserta yang mengikuti UN”jelasnya. (Fir)
             

Minggu, 12 April 2015

Kematian Norita Br. Purba Dibunuh Pacar Sendiri


·         Pelaku Dan Korban kenal Via Facebok
Doloksanggul,Mimbar
Kasus kematian, Norita boru Purba, siswi SMK Negeri 1 Dolok Sanggul yang sempat menjadi misteri, antara ada dugaan ke arah pegawai satuan pamong praja pemda Humbahas. Ternyata, pembunuhnya pacarnya sendiri, inisial PS. Menurut pengakuan pria yang berumur 19 tahun ini, dia membunuh karena pacarnya ini menolak untuk berhubungan badan seperti pasangan suami istri. Demikian itu disampaikan, Kapolres Humbahas AKBP Rustam Mansur melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno didampingi Kassubag Humas Aiptu H Meliala kepada Awak media, Jumat (10/4) pecan lalu.
Terungkapnya kasus kematian, Norita ini, atas pengakuan PS sendiri kepada polisi, yang sebelumnya sejak ditangkap, Rabu (8/4)kemarin, PS belum mengaku. Informasi yang dihimpun, motif dalam pembunuhan tersebut, PS pada hari, Sabtu (4/4) mengajak korban keluar dari rumahnya dikampung Sibaragas Desa Lumban Purba, untuk keliling. Saat itu korban diajak sekira pukul 20.45 WIB keluar dari rumahnya.
            Awalnya berkeliling, tak lama kemudian, PS dengan korban yang bersama-sama berkendara sepeda motor merek TVS milik pelaku, setiba di daerah perkampungan Sikuting-kuting Desa Saitnihuta. PS mengajak korban bersetubuh. Niat itupun, langsung ditolak korban. Pelakupun, yang diduga sudah tidak dapat menahan hasratnya ingin menyetubuhi korban, langsung mengancam korban dan membuka bajunya. Korbanpun, akhirnya melawan.
Melihat hal itu, pelakupun tidak tinggal diam, korbanpun dipukul dan lehernya dicekik. Hingga tidak berdaya lagi, korbanpun langsung diperkosa. Setelah itu, pelaku yang sudah melihat korban tidak bernyawa, korbanpun diseret dan diletakkan disemak-semak. Agar perbuatanya tidak ketahuan, pelaku yang mengenakkan jacket, ditutupinya dengan wajah korban. Setelah itu, rumput disekitar itupun turut menutupi seluruh tubuh korban. ” korban diajak jalan-jalan, ditempat sepi tersangka memberhentikan sepeda motor dan mengajak korban melakukan hubungan suami istri. Korban menolak dan melakukan perlawanan. Tersangka langsung mencekik dan memukul korban hingga meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), ujar Hendro.
Dari hasil olah TKP, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek TVS milik pelaku, satu buah handphone merek blackberry berwarna hitam, pakaian korban dan jacket pelaku, satu buah sandal  berwarna merah jambu beralas kuning, sebut Hendro. Atas perbuatannya yang sadis tersebut, pelaku terancam hukuman penjara dengan pasal berlaspis yakni, pasal pembunuhan 15 tahun penjara, membawa anak lahir 12 tahun penjara dan pemerkosaan 7 tahun penjara.” Untuk pemeriksaan selanjutnya, kasus ini masih tetap dilakukan pendalaman dan pengembangan dan melakukan kordinasi pemberkasan ke jaksa penuntut umum,” tuturnya.
 
Norita dan PS Kenalan Via Facebook
Norita dan pelaku, ternyata berawal perkenalannya melalui via facebook-kan. Kurang lebih, kedua pasangan muda ini kenalan dua bulan. Dengan melalui facebook-kan, keduanyapun menjalin cinta kasih. Namun, jarak antara mereka berdua saling berjauhan. Dimana, sebelumnya, pelaku ini tinggal di daerah perkotaan Batam sebelum tinggal dirumah orangtuanya di daerah perkampungan Sijungkak Desa Saitnihuta.
            Perkenalanpun tak lama, pelakupun akhirnya pulang kekampung halamannya. Dan akhirnya, dalam sepekan ini merekapun sudah dua kali berjumpa. Namun, ketika tiga kalinya, hubungan saling menyayangi itupun terputus. Malah menjadi maut. “ itulah pengakuan pelaku kepada kita awal perjumpaan mereka,” aku Hendro singkat cerita perjumpaan PS dan korban. Hendropun menyampaikan, bahwa setelah terungkapnya kasus ini, bersama-sama pimpinannya, Polri telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban agar tidak melakukan aksi balas dendam. Dan pihaknyanya juga, ada memberikan sebuah bantuan sebagai ungkapan turut berduka cita, katanya.(Fir)
Teks foto : 1) lokasi penemuan jenazah korban, Norita boru Purba didaerah perkampungan Sikuting-kuting Desa Saitnihuta.2) foto tersangka (kedua tangan digari dan mengenakan switer) saat diboyong polisi.
NB=PS=Pance Simamora
 
Teks foto :  foto tersangka (kedua tangan digari dan mengenakan switer warna coklat) saat diboyong polisi